Sebuah cerita tentang seorang hamba muslim yang akan menanti di penghujung kehidupannya menghadapi kematian. Di masa hidupnya hamba tersebut mempunyai 4 sahabat yang menemaninya. Sahabat yang pertama adalah seorang yang kurus, kering, bagai tak punya daya hal ini disebabkan karena hamba tersebut jarang mengajaknya bersama, apalagi untuk bertemu hanya sesekali disaat tertentu. Sahabat yang kedua adalah seorang yang periang, sahaja dan sering diajak sharing atau pun bercengkrama tak jarang untuk memberi nasehat kepada hamba tersebut. Sahabat yang ketiga adalah seorang yang berpakaian mewah, suka berhias mengikuti tren, berkendara keren karena sering diberi oleh hamba tersebut. Sedangakan sahabat yang keempat adalah seorang yang berbadan besar, gagah, serta tak pernah kekurangan karena amat sayang hamba tersebut kepada sahabat ini.
Dikala hamba tersebut dalam keadaan tak berdaya dipenghujung umurnya dia ingin mengumpulkan sahabat-sahabatnya untuk diminta jawaban atas pertanyaannya yang sebagai permintaan terakhir hamba tersebut. Setelah berkumpul ditanyalah satu persatu sahabat hamba yang sedang dijemput kematian tersebut.
Permintaan yang pertama ditujukan kepada sahabatnya yang keempat terlebih dahulu :
Hamba : "Wahai sahabat yang ku sayangi sudikah dirimu menemaniku di kala aku nanti mati di Alam sana?"
Sahabat keempat menjawab : "Wahai sahabatku engkau memang telah memberiku banyak kenikmatan sehingga diriku bisa tanpa kekurang seperti ini namun perlu engkau ketahui bahwa diriku tak mampu untuk menemanimu di alam kematian cukuplah engkau sendiri saja"
setelah mendengar penolakan dari sahabat keempat maka hamba tersebut berpindah meminta kepada sahabat ketiga :
Hamba : " Wahai sahabatku yang amat aku banggakan sudikah dirimu menemaniku di kala aku nanti mati di Alam sana?"
Sahabat ketiga menjawab : " Wahai sahabat sungguh engkau telah banyak memberi ku kebanggaan dengan kemewahan ini namun sungguh harus engkau ketahui janganlah engkau mengajakku ke sana, cukuplah sampai disini saja persahabatan ini, aku tak mau menemanimu di Alam kematian"
Dengan perasaan sedih hamba tersebut berpaling menuju sahabat yang kedua :
Hamba : " Wahai sahabatku yang sangat aku cintai dan hormati mau kah dirimu menemaniku nanti di alam kematian?"
Sahabat kedua menjawab :" Wahai sahabat sesungguh aku sangat cinta dan sayang kepadamu juga akan tetapi perlu engkau ketahui sahabat sungguh cukup sampai di sini pula aku menemanimu karena aku tak sanggup untuk menemanimu di Alam kematian".
Setelah penuh rasa putus asa dan pasrah kemudian hamba tersebut menatap dengan penuh rasa malu kepada sahabatnya yang pertama :
Hamba : " Wahai sahabatku sesungguhnya aku telah banyak meninggalkan, melupakan serta berpaling dari mu namun aku cukup berat untuk memintamu menemaniku di Alam kematian nanti?"
Sahabat pertama menjawab :" Wahai sahabat, aku kurus ,kering dan lemah ini karena engkau telah lama tak menjengukku dan mengingatku, namun perlu engkau ketahui bahwasanya diriku sanggup dan aku bersedia untuk menemanimu di Alam kematian".
Sahabat keempat adalah Tubuh kita yang senantiasa kita rawat
Sahabat ketiga adalah Harta, Pangkat dan Derajat yang senantiasa kita banggakan
Sahabat kedua adalah Orang yang kita cinta seperti orang tua, istri, anak.
Sahabat pertama adalah Amal seperti perbuatan, ilmu, ibadah yang didasari iman dan taqwa kita.
Semoga dapat sebagai renungan bagi diri pribadi dan kita semua, Apakah kita akan mampu membawa sahabat yang pertama untuk menemani kita di Alam Kematian dengan yang penuh amal kebaikan ataukah membawa sahabat yang pertama dengan yang kurus, lemah dan kering dari amal kebaikan??? Hanya diri kita yang mampu menjawabnya.
Dikala hamba tersebut dalam keadaan tak berdaya dipenghujung umurnya dia ingin mengumpulkan sahabat-sahabatnya untuk diminta jawaban atas pertanyaannya yang sebagai permintaan terakhir hamba tersebut. Setelah berkumpul ditanyalah satu persatu sahabat hamba yang sedang dijemput kematian tersebut.
Permintaan yang pertama ditujukan kepada sahabatnya yang keempat terlebih dahulu :
Hamba : "Wahai sahabat yang ku sayangi sudikah dirimu menemaniku di kala aku nanti mati di Alam sana?"
Sahabat keempat menjawab : "Wahai sahabatku engkau memang telah memberiku banyak kenikmatan sehingga diriku bisa tanpa kekurang seperti ini namun perlu engkau ketahui bahwa diriku tak mampu untuk menemanimu di alam kematian cukuplah engkau sendiri saja"
setelah mendengar penolakan dari sahabat keempat maka hamba tersebut berpindah meminta kepada sahabat ketiga :
Hamba : " Wahai sahabatku yang amat aku banggakan sudikah dirimu menemaniku di kala aku nanti mati di Alam sana?"
Sahabat ketiga menjawab : " Wahai sahabat sungguh engkau telah banyak memberi ku kebanggaan dengan kemewahan ini namun sungguh harus engkau ketahui janganlah engkau mengajakku ke sana, cukuplah sampai disini saja persahabatan ini, aku tak mau menemanimu di Alam kematian"
Dengan perasaan sedih hamba tersebut berpaling menuju sahabat yang kedua :
Hamba : " Wahai sahabatku yang sangat aku cintai dan hormati mau kah dirimu menemaniku nanti di alam kematian?"
Sahabat kedua menjawab :" Wahai sahabat sesungguh aku sangat cinta dan sayang kepadamu juga akan tetapi perlu engkau ketahui sahabat sungguh cukup sampai di sini pula aku menemanimu karena aku tak sanggup untuk menemanimu di Alam kematian".
Setelah penuh rasa putus asa dan pasrah kemudian hamba tersebut menatap dengan penuh rasa malu kepada sahabatnya yang pertama :
Hamba : " Wahai sahabatku sesungguhnya aku telah banyak meninggalkan, melupakan serta berpaling dari mu namun aku cukup berat untuk memintamu menemaniku di Alam kematian nanti?"
Sahabat pertama menjawab :" Wahai sahabat, aku kurus ,kering dan lemah ini karena engkau telah lama tak menjengukku dan mengingatku, namun perlu engkau ketahui bahwasanya diriku sanggup dan aku bersedia untuk menemanimu di Alam kematian".
The End
Setelah membaca cerita di atas dapat kita ketahui bahwa sahabat yang mampu dan bersedia menemani hamba tersebut adalah sahabat yang pertama. Sesungguhnya inilah yang terjadi sebenarnya dalam kehidupan ini bahwa di saat kita nanti mati tak akan ada yang menemani kita melainkan amal yang kita lakukan di dunia. Maka dalam cerita tersebut terdapat perumpamaan empat sahabat :Sahabat keempat adalah Tubuh kita yang senantiasa kita rawat
Sahabat ketiga adalah Harta, Pangkat dan Derajat yang senantiasa kita banggakan
Sahabat kedua adalah Orang yang kita cinta seperti orang tua, istri, anak.
Sahabat pertama adalah Amal seperti perbuatan, ilmu, ibadah yang didasari iman dan taqwa kita.
Semoga dapat sebagai renungan bagi diri pribadi dan kita semua, Apakah kita akan mampu membawa sahabat yang pertama untuk menemani kita di Alam Kematian dengan yang penuh amal kebaikan ataukah membawa sahabat yang pertama dengan yang kurus, lemah dan kering dari amal kebaikan??? Hanya diri kita yang mampu menjawabnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar