Selasa, 22 Maret 2011

"Kapan kita punya Masalah?"

Anak lahir dengan susah payah ibu bertaruh nyawa dan ayah mencari biaya persalinan, setelah lahir orang tua lagi seneng - senengnya nimang anak sambil nyari biaya buat biaya kebutuhan merawat bayi hingga balita. Mulai dari susunya kalau sudah gak minum ASI hingga kebutuhan pakaian, popok bayi sampai tiba waktu kalau sudah beranjak balita. Beranjak mulai masuk sekolah orang tua sudah mulai mikir cari biayanya. Mulai dari biaya sekolah sendiri, bukunya hingga les-lesnya,Itu belum masih uang jajan hingga kebutuhan mendadak lain yang masih perlu dipenuhi sewaktu-waktu. Beranjak remaja orangtua sudah mulai di kejar lagi dengan kebutuhan anak - anak seusia remaja. Hingga beranjak lulus SMA orang tua kembali memutar otak buat kebutuhan sekolah lanjut anaknya di Perguruan Tinggi. Begitu pula sang anak pun tak luput setelah lulus dan kerja maka dia akan menjadi orangtua setelah berkeluarga.
Begitulah sedikit ilustrasi tentang bagaimana manusia itu akan selalu ada yang biasa disebut Masalah dalam setiap kehidupan masing - masing tiap manusia. Kita tak pernah bisa menghindari yang namanya masalah dalam kehidupan. Oleh sebab itu kita senantiasa mencari cara untuk menyelesaikannya. Namun seringkali kita menilai bahwa masalah tersebut dari materi, harta, pangkat dan jabatan.
Sering kita menilai bahwa orang yang sedikit materi dan harta, rendah pangkat dan jabatan akan banyak masalah dalam hidupnya. Orang yang banyak hutangnya maka masalah besar bagi kehidupannya, orang yang sedang mengalami kebangkrutan, orang yang kehilangan harta , jabatan bahkan pekerjaannya maka akan masalah besar juga dalam hidupnya.
Sebagai seorang muslim kita tidak boleh lari dari masalah melainkan harus kita hadapi dengan penuh ikhtiar dan tawakal. kepada Allah SWT. Sebab dalam surat Az Zumar ayat 53 dijelaskan :
"Katakanlah:` Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
"
Hal tersebut juga dijelaskan dalam surat Alam Nasrah :

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu? Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”.

Dari kedua firman Allah tersebut tentunya kita sebagai seorang muslim harus yakin betul bahwa Allah SWT senantiasa bersama kita, senantiasa memberikan rahmat kepada kita dan memberikan kemudahan dalam suatu kesulitan apapun yang menimpa kita karena Allah SWT tau kemampuan kita..
Hanya saja kita kurang yakin setelah kita berusaha sehingga sering timbul keputusasaan, timbul kebimbangan. Hal tersebut terjadi karena kita kurang yakin akan pertolongan Allah, kita kurang tawakal kepada Allah dan kita mulai tergantung pada selain Allah (yakni makhluk Allah).Oleh karena itu mari kita luruskan kembali niat kita, luruskan kembali ikhtiar dengan memperkuatnya usaha kita dibarengi dengan tawakal (berserah diri dan yakin kepada Allah)dengan menjalankan kewajiban kita kepada Allah. Sholat kita dibenahi,apakah sudah tepat waktu? klo sudah sempurnakan dengan sholat - sholat sunah (seperti tahajud, dhuha maupun sholat sunah rawatib lainnya), perbuatan kita kepada sesama ( sedekah kita, amal perbuatan kita dalam menolong orang lain, tingkah laku kita) kemudian semaksimal mungkin kita menjauhi dari perbuatan - perbuatan yang dibenci Allah. Dengan begitu yakinlah bahwa segala permasalahan didunia ini yang kita jalani dan hadapi Allah akan senantiasa menolong dan dimudahkan melewatinya.
Sesungguhnya sesuatu akan menjadi masalah jika kita:
  1. Lupa kepada Allah
  2. Jauh dari Allah
memang kita sering melihat orang yang lupa dan jauh kepada Allah mengapa justru dimudahkan rezekinya dan segala apa yang diinginkannya dimiliki. Karena Allah tidak memandang rezeki dan rahmatnya diberikan kepada siapa saja ke semua makhluk baik beriman maupun tidak. itupun jika karena kita hanya melihat secara dunia saja. Namun sesungguhnya segala yang dimilikinya tersebut menjadi tidak berkah. Harta banyak, pangkat dan jabatan tinggi, anak pintar, istri cantik dan hampir semua ia miliki namun ia jauh dan lupa kepada Allah (sholat kadang ingat kadang lupa, sedekah tidak mau atau mau tapi riya', tingkah laku menyakiti orang) maka akan menjadi tidak berkah segala yang dimilikinya tadi karena tidak menjadi amal pahala disisi Allah SWT dan ini yang dinamakan MASALAH. Namun bila kita mempunyai mungkin harta pas2an, anak tidak terlalu pintar, pangkat maupun jabatan rendah ataupun mungkin tidak ada, tapi kita mampu tetap istiqomah ingat dan dekat kepada Allah hingga seluruh anggota keluargapun maka semuanya itu justru menjadi berkah dan pahala disisi Allah. Karena dia dan keluarganya akan diberikan ketentraman jiwa yang tak satupun isi dunia ini mampu menggantikannya hanya Allah yang mampu.
Oleh karena marilah kita semua untuk senantiasa ingat dan mendekat kepada Allah sehingga kita yakin bahwa Allah akan senantiasa menolong dan bersama kita dalam menjalani segala hal di dunia agar kita mendapatkan rahmat,berkah dan karunianya untuk amal dan bekal di hari esok.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar