Ilmu tentang memaknai Idul Fitri.
Sering kita mendengar bahwa di Hari yang Fitri adalah kembali ke Fitrahnya melalui pengampunan dimana dileburkan segala dosa sehingga kita menganggap dengan dosa kita kembali ke Nol alias tidak ada dosa lagi, dengan begitu kita mengendurkan kembali ketaatan - ketaatan yang telah digembleng selama satu bulan di bulan Ramadhan. Maka kembali noda-noda dosa dibuat dengan anggapan dosa kita yang telah kembali fitrah.
Hal ini yang menyebabkan mengapa umat muslim senantiasa kembali mengulang-ulang kesalahannya tersebut setelah bulan Ramadhan dengan kembali kepada kemunduran. Sehingga bagai tak berbekas apa yang telah dilakukan dibulan Ramadhan setelah usai.
Penjelasan tentang Idul Fitri di atas, adalah BATIL baik ditinjau dari lughoh/bahasa ataupun Syara’/Agama. Oleh karena itu wajiblah bagi kami untuk menjelaskan yang haq dan yang haq itulah yang wajib dituruti Insya Allahu Ta’ala.
“Adapun kesalahan mereka menurut lughoh/bahasa, ialah bahwa lafadz FITHRU/ IFTHAAR artinya menurut bahasa = BERBUKA . Jadi IDUL FITHRI artinya HARI RAYA BERBUKA PUASA. Yakni kita kembali berbuka setelah sebulan kita berpuasa. Sedangkan FITHRAH tulisannya sebagai berikut (FA-THAA-RA-) dan (TA MARBUTHOH) bukan (FA-THAA-RA)”
Adapun kesalahan mereka menurut Syara’ telah datang hadits yang menerangkan bahwa IDUL FITHRI itu ialah HARI RAYA KITA KEMBALI BERBUKA PUASA.
“Artinya : Dari Abi Hurairah , sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda. Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan Fithri itu ialah pada hari KAMU BERBUKA. Dan Adha itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan”.
Dan dalam salah satu lafadz Imam Daruquthni :
“Artinya : Puasa kamu ialah pada hari kamu berpuasa, dan Fithri kamu ialah pada hari kamu berbuka”.
Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah :
“Artinya : Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan Adha pada hari kamu menyembelih hewan”.
Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud:
“Artinya : Dan Fithri kamu itu ialah pada hari kamu berbuka, sedangkan Adha ialah pada hari kamu menyembelih hewan”.
Hadits di atas dengan beberapa lafadznya tegas-tegas menyatakan bahwa Idul Fithri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa .
Semoga dengan lebih mengerti akan makna idul fitri ini kita dapat kembali instropeksi diri untuk kembali menuju ketaatan kita pada Allah SWT yang lebih baik lagi.
Insya Allah...
Dirangkum dari kajian Masjid Al Hikmah
Pemateri : Ustadz Ibnu Hidayat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar