Kita sering khilaf dengan melakukan dosa dalam kehidupan sehari - hari. Hal ini wajar karena kita hanyalah manusia biasa dengan segala kekurangannya. Namun apabila kita tidak sering insropeksi diri hal ini yang akan membuat kita termasuk orang-orang merugi.
Kita sering berpikir bahwa selama kita tidak melakukan hal dosa yang besar maka kita masih termasuk orang-orang yang beruntung dan beriman.
Sebenarnya hal tersebut yang akan menjadi bumerang bagi kita. Kita sering menganggap remeh dosa-dosa kecil yang kita perbuat padahal dari dosa-dosa kecil inilah awal mula muncul melakukan dosa-dosa lain yang akan mengikutinya. Dan tidak mustahil dosa besar akan dilakukan pula akhirnya.
Kita sering berpikir bahwa selama kita tidak melakukan hal dosa yang besar maka kita masih termasuk orang-orang yang beruntung dan beriman.
Sebenarnya hal tersebut yang akan menjadi bumerang bagi kita. Kita sering menganggap remeh dosa-dosa kecil yang kita perbuat padahal dari dosa-dosa kecil inilah awal mula muncul melakukan dosa-dosa lain yang akan mengikutinya. Dan tidak mustahil dosa besar akan dilakukan pula akhirnya.
Dosa dan maksiat yang diperbuat anak manusia memang mengundang kemudaratan (keburukan, red). Tidak ada satupun kejelekan yang didapatkan di dunia dan di akhirat kelak kecuali karena sebab dosa dan maksiat.
Padahal Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan agar kita tidak meremehkan perbuatan dosa kecil sekalipun. Sebagaimana sabda beliau n yang tersampaikan pada kita lewat sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:
“Hati-hati kalian dari dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa kecil itu bila berkumpul pada diri seseorang akan membinasakannya.” (HR. Ahmad, 1/403, dishahihkan sanadnya oleh Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam catatan kakinya terhadap Musnad Al-Imam Ahmad)
Sahl bin Sa’d z mengabarkan hal yang sama. Beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Hati-hati kalian dari dosa-dosa kecil! Ibaratnya seperti satu kaum yang singgah di sebuah perut lembah. Masing-masing dari mereka pergi mencari ranting untuk menyalakan api, lalu datang seseorang membawa sebuah ranting. Seorang lagi juga datang membawa sebuah ranting. Demikian seterusnya hingga mereka dapat menyalakan api yang mematangkan roti-roti mereka. Sesungguhnya dosa-dosa kecil itu ketika pelakunya dihukum niscaya akan membinasakannya.” (HR. Ahmad, 5/331, dishahihkan sanadnya di atas syarat Al-Bukhari dan Muslim oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 389)
Benar sekali ucapan sahabat yang mulia Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ketika menyatakan: “Kalian sekarang melakukan perbuatan dosa yang di mata kalian perbuatan itu lebih tipis daripada rambut (sangat remeh, pent.). Padahal dulu di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kami menganggapnya termasuk perkara yang akan membinasakan.” (HR. Al-Bukhari no. 6127)
Jika perbuatan amal buruk yang lebih lembut dari sehelai rambut itu disebut Anas sebagai al-mubiqat (perbuatan durhaka) pada masa shahabat dan tabi’in, bisa kita bayangkan apa sebutan yang akan Anas bin Malik lontarkan pada masa sekarang ini?
Dengan sedikit meninggalkan dan menunda ketaatan kepada Allah SWT hal inilah yang termasuk meremehkan dosa-dosa kecil ..........
Seorang muslim haruslah menjauhi dosa dosa kecil, apalagi dosa dosa besar. Selagi mereka mau meninggalkan dosa besar, taubat dari dosa kecil,beristighfar, menyesalinya dan mengakui bahwa meskipun kedurhakaan itu kecil. Toh itu merupakan hak Allah, Pencipta langit dan bumi, yang memiliki keutamaan dalam segala sesuatu. Dengan adanya penyesalan dan pengakuan ini, maka sesungguhnya Allah itu Maha luas maghfirah dan rahmatNya, dia pasti akan mengampuni.
Yang harus paling diwaspadai, dosa dosa kecil itu, sedikit demi sedikit akan menghapus ‘kepekaan’ hati kita. Ia melemahkan pertahanan kita dan membuat kita lengah akan bisikan bisikan setan. Semua itu lambat laun akan membinasakan kita dan memasukkkan kita ke dalam neraka. Kita berlindung kepada Allah dari hal itu.
Maka dari itu marilah kita instropeksi diri kita kembali apakah kita termasuk orang-orang yang meremehkan dosa-dosa kecil atau tidak..........
Dengan sedikit meninggalkan dan menunda ketaatan kepada Allah SWT hal inilah yang termasuk meremehkan dosa-dosa kecil ..........
Seorang muslim haruslah menjauhi dosa dosa kecil, apalagi dosa dosa besar. Selagi mereka mau meninggalkan dosa besar, taubat dari dosa kecil,beristighfar, menyesalinya dan mengakui bahwa meskipun kedurhakaan itu kecil. Toh itu merupakan hak Allah, Pencipta langit dan bumi, yang memiliki keutamaan dalam segala sesuatu. Dengan adanya penyesalan dan pengakuan ini, maka sesungguhnya Allah itu Maha luas maghfirah dan rahmatNya, dia pasti akan mengampuni.
Yang harus paling diwaspadai, dosa dosa kecil itu, sedikit demi sedikit akan menghapus ‘kepekaan’ hati kita. Ia melemahkan pertahanan kita dan membuat kita lengah akan bisikan bisikan setan. Semua itu lambat laun akan membinasakan kita dan memasukkkan kita ke dalam neraka. Kita berlindung kepada Allah dari hal itu.
Maka dari itu marilah kita instropeksi diri kita kembali apakah kita termasuk orang-orang yang meremehkan dosa-dosa kecil atau tidak..........
Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari tertutupnya hati karena dosa dan maksiat. Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Diambil dari :
- kebunhidayah.wordpress.com
- nabimuhammad.info
- kajian Al Hikmah 25 Sept 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar